Awal Kelas 1
Awal masuk SMK sebagai anak kabupaten biasa. Kita baru aja mulai kenal, nongkrong bareng, tiba-tiba dunia disuruh berhenti karena COVID. Sekolah libur, tapi pertemanan kita baru aja mulai.
2019 — 2022
SIX PEOPLE.
ONE CHAPTER.
Digital Yearbook
Rizqy — "Kenangan-kenangan itu selalu ada, walaupun sekarang sudah mencar-mencar. Amin yak."
Indrik — "Biasa bareng-bareng terus dari dulu."
Fajar — "Nggak usah yang wow banget, yang penting ngumpul."
Bima — "Covid bikin kita jarang ketemu di sekolah, tapi di luar sekolah jalan terus."
Anggis — "Dulu mah bebas mau ngapain aja, sekarang udah pada sibuk masing-masing."
Alfian — "Kapan ngumpul lagi nih?"
Timeline
Awal masuk SMK sebagai anak kabupaten biasa. Kita baru aja mulai kenal, nongkrong bareng, tiba-tiba dunia disuruh berhenti karena COVID. Sekolah libur, tapi pertemanan kita baru aja mulai.
Full COVID. Kelas 2 SMK lebih banyak dihabiskan di depan layar HP buat absen online. Walaupun jarang ke sekolah, kita tetap nyempetin ngumpul-ngumpul biasa di warkop atau tempat tongkrongan.
Masuk kelas 3, waktunya magang (PKL). Udah mulai sibuk sama kerjaan praktek masing-masing, tapi rutinitas ngumpul bareng tetep jalan. Masa-masa paling kerasa solidaritasnya.
Tahun kelulusan. Bikin foto studio berenam pakai baju "Good Boys", ngerayain wisuda, dan sadar kalau abis ini kita bakal jalan sendiri-sendiri. Tapi kenangannya selalu ada, sampai sekarang.
Written Records
First day, first impressions
There was a particular quality to that first morning — a held-breath quality, the sense that something was about to become permanent.
A year spent apart
We learned each other differently that year. Through small rectangles of light and the particular delays of bad internet connections.
Moving Images
Browse Everything
Every photograph, every memory. Browsable by year, person, and chapter.